HASUD

HASUD ADALAH PENYAKIT HATI

.

 

  1. A.    Pengertian

Hasud adalah rasa atau sikap tidak senang terhadap kehormatan (kenikmatan) yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya atau mencelakakan orang lain.

  1. B.     Dasar Hukum

Mari kita simak dg IMAN Kalam ALLAH ini,

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yg dikaruniakan ALLAH kpd sebagian kamu lebih byk dari sebagian lain. Krn bagi laki laki ada bagian dari apa yg mrk usahakan, & bagi para wanitapun ada bagian dari apa yg mrk usahakan” (QS 4:32)

Rasulullah bersabda,

Dengki itu memakan kebaikan sebagaimn api yang membakar kayu

Hasud itu iri terhadap orang lain, lalu diapun berusaha menjatuhkan kehormatan dengan berbagai cara, dari :

  • Mengintai keburukannya,
  • Mempergunjingnya,
  • Menebar fitnah,
  • Ssampai syirik kedukunpun dilakukan,
  • Bahkan sampai membunuh.
  1. C.    Contoh Perbuatan Hasud

Nabi Yusuf adalah putera ketujuh dari 12 bersaudara Nabi Yaqub.Ia dikaruniani paras tampan dan tubuh yang tegap. Dia adalah anak yang dimanjakan dan lebih disayangi Ayahnya. Perlakuan ayahnya tersebut menimbulkan rasa dengki di antara saudara-saudaranya yang lain. Rasa dengki mereka menimbulkan rasa persatuan dan persaudaraan yang kuat di antara saudara Yusuf yang lain untuk mencelakakan Yusuf. Kemudian mereka mencelakakan Nabi Yusuf dengan tangan mereka sendiri yaitu dengan menceburkannya ke sumur.Mereka membohongi Nabi Yaqub dengan mengatakan bahwa Nabi Yusuf dimakan oleh binatang buas saat mereka bermain di hutan bersama.Hasud adalah penyakit hati yang membuat tubuhnya juga sakit, berasal dari cinta dunia, sombong merasa dirinya lebih hebat & sifat munafik karena cintanya pada dunia.

ALLAH mengajarkan hamba2NYA beriman agar terhindar dari penyakit dengki & selamat dari pendengki dalam surah Al Falaq,

Min syarri haasidin idzaa hasad
Ya ALLAH, kami mohon perlindunganMU dari sifat hasud & orang-orang yang hasud

|Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah kembali memberikan pelajaran berharga mengenai penyakit hasad. Iri, dengki atau hasad –istilah yang hampir sama- berarti menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain.

Asal sekedar benci orang lain mendapatkan nikmat itu sudah dinamakan hasad, itulah iri. Hasad seperti inilah yang tercela.

Adapun ingin agar semisal dengan orang lain, namun tidak menginginkan nikmat pada orang lain itu hilang, maka ini tidak mengapa.  Hasad model kedua ini disebut ghibthoh. Yang tercela adalah hasad model pertama tadi.

Beliau, Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan keterangan yang amat bagus. Penyakit hasad atau iri adalah penyakit yang akan menjangkiti setiap orang. Maka tentu saja setiap orang mesti waspada.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, Sesungguhnya hasad adalah di antara penyakit hati. Inilah penyakit keumuman manusia. Tidak ada yang bisa lepas darinya kecuali sedikit sekali. Oleh karena itu ada yang mengatakan,

مَا خَلَا جَسَدٌ مِنْ حَسَدٍ لَكِنَّ اللَّئِيمَ يُبْدِيهِ وَالْكَرِيمَ يُخْفِيهِ

Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (iri). Namun orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya. Sedangkan orang yang mulia (hatinya) akan menyembunyikannya.

Ada yang bertanya pada Al Hasan Al Bashri,

Apakah orang beriman itu bisa hasad (iri)?

Tidakkah engkau perhatikan bagaimana kisah Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya?”, jawab beliau.

Jadi selama hasad itu tidak ditampakkan pada tangan dan lisan, maka itu tidak membahayakanmu.  Barangsiapa yang mendapati pada dirinya penyakit ini (yaitu hasad), maka hiasilah dirinya dengan takwa dan sabar, serta hendaklah ia membenci sifat hasad tersebut pada dirinya.

Lihatlah bagaimana penjelasan Ibnu Taimiyah. Intinya, inilah penyakit yang menjangkiti setiap insan. Tugas kita adalah selalu hiasi diri dengan sabar dan takwa.

Sabar akan mengatasi seseorang tidak berkeluh kesah, tidak bertindak sewenang-wenang dengan tangan dan lisannya atau anggota badan lainnya ketika ia iri pada yang lain. Sedangkan takwa akan menunjukinya bagaimanakah semestinya memahami takdir dan ketentuan Allah.

  1. D.    Akibat Yang Ditimbulkan

Jika penyakit hasud sudah menyerang hati, maka akan menggerakkan lima keburukan, yang diantaranya ialah :

1. Merusak Amal Taat

Sesungguhnya hasud itu hanya akan merusak amal taat. Amal taat yang kita lakukan setiap hari akan rusak sama sekali jika di dalam hati menyimpan rasa hasud ini. Nabi saw bersabda berkisar soal hasud : “ tiga perkara yang seseorang tidak dapat selamat darinya yaitu prasangka buruk, hasud, rasa bimbang.” Lalu sahabat bertanya, dengan cara apakah kiranya kami dapat menyelamatkan diri dari tiga perkara itu. Maka Rasulullah menjawab : “ ketika rasa hasud menyelinap di hatimu, jangan kau biarkan berlanjut. Ketika engkau berprasangka buruk kepada seseorang, jangan kau selidiki sampai terbukti. Dan ketika kau bimbang tidak mendapatkan kebaikan, maka berusahalah sehingga tercapai.”

Orang yang mempunyai sifat hasud ialah tidak ikhlas jika melihat orang lain dalam kebaikan, kenikmatan dan rejeki yang banyak. Iri hati dan kebencian akan mewarnai hati mereka. Lalu kebencian itu membuatnya memutuskan hubungan persaudaraan, saling memusuhi dan mencurigai tanpa adanya fakta

Nabi saw bersabda : jangan saling membenci, saling menghasud, dan jangan pula menipu (pura-pura menawar barang, untuk menjatuhkan lain) , jadilah hamba Allah yang akur/bersaudara.

Tidak ada kejahatan yang melebihi hasud ini, sebab sebelum hasud mengenai sasarannya, terlebih dahulu ada lima macam bencana yang menimpa penghasut (pendengki) diantaranya :

–          Hatinya selalu kacau.

–          Ditimpa bencana/ cobaan yang tak mendapatkan pahala baginya.

–          Dimurkai Allah , dan

–          Tidak mendapatkan taufiq dari Allah Taala

 

 

2. Hasud Pekerjaan Dosa dan Maksiat

Ketahuilah bahwa hasud itu mendorong seseorang untuk berbuat dosa dan maksiat dengan tanpa disadarinya. Orang yang hasud sering kali munafik. Di depan orang (yang didengki) ia bermanis muka, bersikap baik, namun sesungguhnya hatinya benci. Dibelakang orang yang didengki, ia menjelek-jelekkan. Dan jika orang yang didengki itu mendapat cobaan atau penderitaan, betapa bahagianya dan gembira hatinya. Seakan-akan menari-nari diatas bangkai saja.

Rasulullah bersabda : “Hati-hatilah bahwa kenikmatan itu selalu diintai oleh musuhnya.” Sahabat bertanya, “ siapakah musuhnya itu?” jawab Rasulullah, “ musuhnya ialah mereka yang mempunyai hati hasud.”

Oleh sebab itu marilah kita selalu mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan orang yang hasud, bahaya hasud itu sendiri bagi kita dan lain sebagainya. Meminta perlindungan kepada Allah agar dipelihara dari hasud sama saja dengan meminta kita dilindungi dari perbuatan setan dan tukang sihir.

Orang hasud jika melihat saudaranya kaya, banyak rejeki, maka hatinya bagaikan terbakar api. Kendatipun dirinya sendiri berada dalam kenikmatan, namun ia tak rela kalau ada orang yang sama atau melebihi dirinya dalam masalah harta. Lalu kesana kemari kasak kusuk memfitnah saudaranya itu, ini dan itu segala macam cacian. Lalu timbullah pertengkaran yang akhirnya putus hubungan silaturrahmi itu adalah tindak dosa. Bila hasud ini sampai memuncak terjadilah persaingan yang tak sehat dan tak wajar. Sampai-sampai terjadi baku hantam dan pembunuhan.

Bagi sesama manusia hendaknya kita jalin hubungan yang baik dan saling tolong-menolong. Namun karena salah satunya mempunyai penyakit hasud, jangankan menolong, menyapa saja enggan. Tapi kalau yang didengki itu berada dalam kesusahan, bukan main senangnya hati si pendengki ( orang yang hasud itu )

3. Hasud Membuat Hati Tak Tenang

Sesungguhnya penyakit hasud ini sangatlah merugikan bagi kita. Sebab jika hati sudah terjangkit penyakit hasud maka pikiran tak akan bisa tenang. Setiap waktu bimbang dan gelisah. Manakala ada tetangga mempunyai sesuatu yang baru, hatinya bagaikan terbakar. Jantungnya keras memburu dan kebencian pun timbul di otaknya..

Siang dan malam berusaha bagaimana caranya agar tetangganya itu mengalami kehancuran dan kemelaratan. Jika si penghasud ini miskin, maka hatinya semakin tersiksa, karena ia iri hati tetapi tak bisa menyaingi. Degup jantung terus memburu dan pikiran gelisah jadi tak tenang. Padahal jika ia mau berpikir, buat apa gelisah manakala melihat orang lain dalam kenikmatan. Meskipun ia gelisah dan tak dapat tidur, toh tak akan mempengaruhi orang yang dipikirkan dan didengki. Betapa rugi, usia semakin lama semakin habis, sementara waktu-waktunya dibuat hanya untuk memikirkan keadaan orang lain,mencemburui kekayaan orang lain. Semua hanya menimbulkan kerugian bagi dirinya. Rugi didunia, hatinya tak tenang dan mudah terkena penyakit jasmani.  Rugi akhirat karena ia lupa berdzikir kepada Allah, lupa beramal taat dan telah berbuat dosa karena hasudnya itu. Kata Ibnu sama’ra : Keadaan orang zalim itu sama, masing-masing mempunyai nafas yang berlarut-larut, otak yang kosong dan kesusahan yang tak kunjung selesai.

4. Hasud Membuat Hati Buta

Karena terkena penyakit hasud, maka hati seseorang bisa gelap dan buta. Karena hatinya telah buta, maka sulitlah untuk memahami hukum-hukum Allah, bahkan sama sekali tak mampu. Mengapa demikian ? karena hati si penghasud selalu disibukkan dengan pemikiran-pemikiran buruk, tidak tenang, bimbang dan segala kemaksiatan lainnya, sehingga tertutup untuk bisa menerima syariat/ hukum allah. Sofyan Ats Tsauri ra berkata : “Biasakanlah olehmu berdiam ( tidak bicara) tentu engkau akan mempunyai sifat waro ( teliti ). Dan jangan tergila-gila kepada dunia, maka engkau akan terpelihara ; janganlah memperolok-olok orang lain agar engkau selamat dari mulut mereka dan janganlah hasud, agar engkau cepat faham (dalam menerima ilmu)

Butanya hati tidak hanya menimbulkan kedunguan saja, tetapi sampai pada tidak bisa membedakan mana kebaikan dan mana keburukan, mana keuntungan dan mana kerugian, mana kawan dan mana lawan. Ingatlah wahai saudaraku ! tentang akibat kedengkian sehingga Qabil tega membunuh adik kandungnya sendiri. Ulama Hikmah berkata : Hati-hatilah engaku, jangan sampai mempunyai hati dengki (hasud), sebab dosa-dosa yang diperbuat, di langit atau dibumi pada pertama kalinya adalah akibat sifat dengki yang menjangkit dalam hati. Seperti ceritanya setan yang dilaknat Allah karena ia dengki kepada Adam. Seperti cerita Qabil membunuh Habil karena dengki pula.

Jadi pembunuhan pertama kali yang terjadi di muka bumi adalah akibat sifat dengki. Qabil dengki kepada Habil, ia iri karena mendapatkan jodoh buruk, sedangkan Habil mendapatkan jodoh cantik. Hendaknya kisah ini dapatlah kita jadikan sebagai pelajaran yang berharga , agar kita menyadari kalau kedengkian , hasud itu sangat berbahaya.

Orang yang hatinya sudah berpenyakit hasud maka hidupnya tak pernah merasakan bahagia. Sementara orang yang kikir, tak punya budi. Ibnu Sirih berkata : “ Aku tak pernah iri kepada seseorang karena harta dunia, jika ia penghuni surga mengapa aku harus iri, padahal ia penghuni surga. Dan aku pun tak akan iri kepada penghuni neraka, karena ia akan masuk neraka.

Ada tiga golongan manusia yang doanya akan terhalang dan ditolak oleh Allah , yaitu orang yang suka makan makanan haram, suka ghibah dan suka mendengki kepada umat Islam .

Dalam sebuah Hadist , diceritakan bahwa Rasulullah pernah memberi nasehat kepada Anas bin Malik ra . Anas bin Malik adalah orang yang semenjak usia delapan tahun menjadi pelayan Nabi saw . pesan Nabi saw ,ialah sebagai berikut : “ Wahai Anas ! Janganlah engkau simpan hasud, dengki kepada sesama muslim baik siang maupun malam hari. Inilah ajaranku , barangsiapa mengikuti ajaranku , berarti cinta kepadaku yang berarti pula ia akan berdampingan denganku di surga.”

Oleh sebab itu, menjaga dan membersihkan hati dari penyakit hasud adalah termasuk sunnah Rasul, barangsiapa yang mengikuti sunnah rasul berarti cinta kepadanya dan kelak di surga akan bertemu dia. Bahkan dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Bukan ummatku , orang yang mendendam dengki , suka adu domba dan berilmu dukun, sebaliknya aku pun bukan golongan mereka.

5. Hasud Menghalangi Kebaikan

Orang yang hatinya dipenuhi penyakit hasud, maka baginya terhalang kebaikan dan kebenaran. Yang ada hanyalah keburukan dan kemaksiatan belaka. Karena tertutup dari kebaikan, sulitlah baginya untuk mendapatkan taufiq. Ia tak akan dapat mencapai apa yang diharapkan, bahkan sangat membantu musuh-musuhnya dan mencelakakan dirinya sendiri.

Hatimul Ashom ra berpendapat : orang yang dengki itu bukan ahli agama dan orang yang suka mencela tidak termasuk golongan yang beribadah , orang yang suka mengadu domba termasuk yang tak dapat dipercaya dan orang yang hasud termasuk golongan orang yang tak perlu ditolong.

Orang yang suka hasud ( pendengki ) sudah mendapat predikat sebagai penantang Allah karena lima perkara :

  1. Orang hasud sangat membenci nikmat Allah yang diberikan kepada orang lain.
  2. Orang yang hasud tidak rela ketentuan Allah dalam pembagian rejeki padanya , hati kecilnya berkata “ Mengapa demikian caramu membagi rejeki .”
  3. Orang hasud diselimuti rasa kikir atas karunia Allah .
  4. Orang hasud secara tak disadari menghina kekasih Allah , karena keinginannya melenyapkan nikmat Allah yang diberikan kepada orang tersebut.
  5. Orang hasud itu balatentaranya iblis , yang selalu siap membantunya.

Adapun akibat perilakunya yang hasud maka orang tersebut akan menerima keburukan-keburukan , di dunia maupun di akhirat , yaitu :

  1. Ia selalu rendah dan terhina di tengah-tengah (pergaulan) dalam masyarakat.
  2. Ia sangat dibenci dan dikutuk oleh para malaikat.
  3. Pikiran selalu kacau dan duka terutama di tempat sunyi (sendirian).
  4. Terasa berat dan menemui kesulitan dalam menhadapi naza’ ( sakaratul maut )
  5. Ketika hari kiamat akan menanggung malu dan siksa yang pedih.
  6. Tempatnya di neraka.
  1. E.     Cara Menghindari Perbuatan Hasud

 

  1. Menyadari tentang bahayanya sifat hasad terhadap amal perbuatan kita

b.      Menyadari bahwa keberuntungan masing-masing orang tidak sama

c.       Mensyukuri atas nikmat yang diterimanya meskipun tidak sama yang dimiliki orang lain

d.      Menyadari bahwa kalau diri kita dibenci orang lain juga tidak merasa senang

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s